Smartphone

Xiaomi Digugat Produsen Ericsson

Produsen asal China yang lagi terkenal yaitu Xiaomi kembali di geret Perusahaan Ericsson ke meja hijau. Perusahaan Ericsson menggugat dengan tuduhan mengabaikan perintah Pengadilan Tinggi di India dan pelanggaran lainnya. Hal ini dilakukan Oleh produsen Ericsson karena produsen asal China ini tidak membayar atas royalti kepada Ericsson.

Pasalnya, Perusahaan Xiaomi dikenakan biaya sebesar 100 rupee atau sekira Rp20.000 untuk setiap satu unit produk ponsel yang dijualnya yang menggunakan prosesor Qualcomm. Sedangkan untuk produk prosesor lain produsen Xiaomi ini dibebaskan dari biaya.

Keributan yang terjadi atas pelanggaran paten yang dilanggar Xiaomi sendiri sudaah terjadi sejak Desember 2014 lalu. Di  mana produsen ini dianggap telah melanggar paten penjualan. Ericsson menganggap Xiaomi menjual produk yang berbasis prosesor Qualcomm dengan sistem online sebelum 5 Februari yang terjadi di luar pernjanjian.

Namun sangat disayangkan karena menurut media Times of India pihak Xiaomi tidak melakukan pelanggaran tersebut, karena diungkapkan bahwa tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Karena menurut Pengacara Xiaomi Tidak ada paten pada Website. Telfon atau smartphone yang dijual oleh pihak Xiaomi merupakan produk yang dihasilkan sendiri. Dan dikendalikan oleh perusahaan Xiaomi sendiri.

Tidak hanya itu,  Pengadilan belum mencapai keputusan tentang apakah sistem penjualan adalah bisnis Xiaomi yang salah atau tidak bersalah, pasalnya perusahaan masih akan terus berjualan ponsel berbasis Qualcomm.